Atasi Masalah Utama dalam Operasional Logistik dengan Fleet Management System

Operasional Logistik

Industri operasional logistik telah menjadi tulang punggung perekonomian saat ini, namun operasional logistik dihadapkan pada hambatan yang semakin kompleks, terutama dalam mengelola proses end-to-end yang mencakup pengadaan, penyimpanan, distribusi, hingga pengiriman akhir ke konsumen. Ketidakterpaduan sistem dan kurangnya visibilitas real-time kerap menjadi sumber utama dari peningkatan biaya dan menurunnya kepuasan pelanggan yang berakibat pada tergerusnya margin profit akibat inefisiensi harian yang terjadi. Proses digitalisasi melalui Fleet Management System adalah jembatan untuk mengubah pain point menjadi efisien dan profit serta berperan sebagai solusi dalam mengatasi hambatan. Simak artikelnya bersama TransTRACK!

Klaster Masalah 1: Inefisiensi Biaya (Cost Control)

Masalah inefisiensi biaya dalam operasional logistik berdampak langsung pada bottom line perusahaan. Pengeluaran tak terduga akibat kurangnya kontrol terhadap operasional perusahaan dan alokasi biaya yang dibutuhkan dapat menggerus margin keuntungan perusahaan. Berikut beberapa contoh masalah yang berkaitan dengan inefisiensi biaya dan solusi dengan Fleet Management System:

Kebocoran dan Pemborosan Bahan Bakar

  • Masalah: Sulitnya pemantauan terhadap jumlah bahan bakar yang terisi 
  • Meningkatnya potensi pencurian (kencing solar) yang tidak terdeteksi 
  • Pemborosan konsumsi bahan bakar (idling yang berlebihan)
  • Solusi dengan FMS: Memanfaatkan Fuel Monitoring System yang merupakan sensor pemantauan bahan bakar yang presisi dan laporan idling otomatis.

Biaya Perawatan Armada yang Tidak Terduga

  • Masalah: Jadwal perawatan armada yang terlewat sehingga meningkatkan risiko kerusakan (breakdown) mendadak
  • Biaya perbaikan armada yang tidak terduga dan membutuhkan jumlah besar
  • Solusi dengan FMS: Preventive Maintenance Scheduling otomatis dengan mempertimbangkan jarak tempuh atau jam mesin bukan hanya tanggal

Klaster Masalah 2: Efisiensi Waktu dan Kinerja SDM

Kecepatan dan kualitas layanan dalam operasional logistik sangat dipengaruhi oleh efisiensi waktu dan kinerja SDM di lapangan. Seringkali kurangnya sistem kerja yang terstruktur dan teknologi monitoring yang efektif, menjadi penyebab menurunnya performa dan efisiensi waktu. Berikut beberapa masalah yang berkaitan dengan efisiensi waktu dan kinerja SDM:

Rute Pengiriman yang Tidak Optimal dan Lama

  • Masalah: Pemilihan rute yang lebih jauh dan kurang efektif (tidak sesuai kebutuhan)
  • Waktu tempuh yang bertambah dan tidak efisien
  • Biaya bahan bakar yang bertambah seiring pemilihan rute yang tak optimal
  • Solusi dengan FMS: Memanfaatkan Route Optimization yaitu sebuah sistem terintegrasi yang dapat memperhitungkan rute paling optimal secara akurat dan memantau kepatuhan armada terhadap rute yang sudah ditentukan.

Penilaian Kinerja Pengemudi yang Subyektif dan Berisiko

  • Masalah: Kesulitan dalam mengukur kinerja pengemudi secara obyektif
  • Perilaku berisiko (speeding, harsh braking) yang tidak terpantau
  • Meningkatnya risiko kecelakaan karena kurangnya sistem pemantauan
  • Solusi dengan FMS: Memanfaatkan teknologi Driver Behavior Monitoring yang dapat memberikan evaluasi dan penilaian berbasis data dan pelatihan terarah. 

Klaster Masalah 3: Kurangnya Visibilitas dan Keamanan Aset

Kurangnya visibilitas dan keamanan aset menjadi hambatan besar dalam menjaga transparansi operasional dan perlindungan terhadap muatan ataupun armada. Tanpa pemantauan real-time, perusahaan sulit mendeteksi penyimpangan rute, pencurian, atau kerusakan selama pengiriman. Berikut beberapa contoh masalah yang berkaitan:

Kurangnya Visibilitas Real-Time Aset

  • Masalah: Ketergantungan terhadap komunikasi manual untuk mengetahui lokasi 
  • Sistem monitoring armada yang tidak memadai dan hanya mengandalkan SDM
  • Kesulitan dalam mengetahui kondisi muatan
  • Solusi dengan FMS: Memanfaatkan teknologi Real Time GPS Tracking yang dapat memberikan data lengkap dan transparansi penuh mengenai lokasi dan kondisi armada serta sensor-sensor tambahan seperti sensor suhu untuk cold chain.

Waktu Bongkar-Muat (Turnaround Time) yang Memakan Banyak Waktu

  • Masalah: Ketidakpastian waktu kedatangan muatan
  • Kurangnya visibilitas dan sistem yang memadai untuk mengetahui hal tersebut
  • Kendaraan distribusi menunggu terlalu lama dan menyebabkan inefisiensi
  • Solusi dengan FMS: Memanfaatkan Real-Time ETA (Estimated Time of Arrival) melalui Geofencing yang dapat memberikan perusahaan visibilitas penuh sehingga tim bongkar-muat bisa siap siaga dan memangkas dwelling time.

Mengapa Fleet Management System TransTRACK Menjadi Solusi Utama Operasional Logistik?

Fleet Management System TransTRACK hadir sebagai solusi utama dalam operasional logistik dan pengelolaan armada dengan keunggulan integrasi yang menyatukan seluruh sistem dan teknologi dalam satu dashboard terpadu. Dengan pendekatan berbasis data, setiap keputusan yang diambil dapat menjadi lebih akurat dan terukur, bukan lagi hanya berdasarkan asumsi semata. Sistem ini juga secara otomatis melakukan proses audit dan monitoring armada, menjadikan Fleet Management System dari TransTRACK sebagai all-in-one solution yang dapat meningkatkan efisiensi dan transparansi operasional logistik.

Kesimpulan

Dunia operasional logistik tidak akan terlepas dari berbagai hambatan yang semakin hari semakin kompleks dan membutuhkan penanganan segera. Mengoptimalkan operasional logistik tidak akan bisa dilakukan apabila tidak dimulai dari upaya mengatasi berbagai masalah mendasar seperti inefisiensi, keterbatasan visibilitas, dan ketidakakuratan data. Dengan digitalisasi dan pemanfaatan sistem serta teknologi terintegrasi, perusahaan dapat melakukan usaha penanganan yang tepat dan efisien untuk mengoptimalkan operasional.

Jangan biarkan berbagai tantangan ini terus menggerogoti margin profit perusahaan Anda—saatnya bertransformasi secara digital bersama Fleet Management System dari TransTRACK untuk meningkatkan kontrol, efisiensi, dan profitabilitas bisnis Anda.

Fleet Management System

FAQ

Apa saja masalah umum dalam operasional logistik yang sering terjadi?  

Masalah umum yang sering muncul meliputi keterlambatan pengiriman, rute tidak efisien, biaya operasional tinggi, kurangnya visibilitas armada, dan koordinasi yang buruk antara tim lapangan dan pusat.

Bagaimana FMS membantu mengatasi tantangan operasional logistik?  

FMS menyediakan pelacakan kendaraan real-time, optimasi rute, monitoring perilaku pengemudi, dan laporan analitik untuk pengambilan keputusan cepat dan akurat.

Apakah FMS bisa membantu menurunkan biaya operasional armada?  

Ya, FMS membantu mengurangi idle time, bahan bakar boros, dan pemeliharaan tidak terjadwal—semuanya berdampak langsung pada efisiensi biaya armada.

Berapa persen biaya operasional logistik dapat dihemat dengan FMS?

Berdasarkan data yang sudah terkumpul, rata-rata, perusahaan dapat menghemat sekitar 10-30% biaya bahan bakar dan menekan biaya perawatan tidak terduga secara signifikan.

Apa peran FMS dalam rantai pasok (supply chain)?

FMS berperan sebagai “mata” dan “otak” dalam proses distribusi dan transportasi dalam rantai pasok (supply chain) serta memastikan armada bergerak dengan efisien, aman, dan sampai pada pihak berikutnya tepat waktu.

Topik :

logistik

Rekomendasi Artikel