Pangkas Turnaround Time Logistik dengan Fleet Management System

Turnaround Time

Waktu merupakan aset yang paling berharga dalam dunia logistik. Setiap menit truk berhenti tanpa aktivitas, baik saat menunggu di pelabuhan maupun saat idle di perjalanan, dapat berujung pada kerugian finansial yang nyata. Untuk itu, pemanfaatan teknologi seperti Fleet Management System (FMS) menjadi kunci jawaban, karena tidak hanya mampu melacak lokasi armada secara real-time, FMS juga mempercepat proses operasional dari gate-in hingga gate-out, mengurangi turnaround time, dan meningkatkan ritase harian. Simak penjelasan lengkapnya melalui artikel TransTRACK berikut ini!

Apa Itu Turnaround Time dalam Logistik?

Turnaround Time (TAT) dalam logistik merupakan perhitungan total waktu yang dibutuhkan sebuah kendaraan armada untuk menyelesaikan satu siklus proses operasional, mulai dari kedatangan di lokasi (seperti pelabuhan atau gudang), melakukan proses bongkar-muat (loading/unloading), hingga keluar kembali untuk melanjutkan perjalanan dan melakukan proses distribusi. TAT menjadi indikator penting dalam efisiensi operasional, di mana hal ini berkaitan langsung dengan tingkat pemanfaatan aset (asset utilization) dan potensi profit perusahaan. Semakin singkat waktu yang diperlukan armada dalam satu siklus TAT, maka semakin tinggi pula jumlah angka pengiriman yang bisa dilakukan, sehingga berdampak positif terhadap produktivitas armada dan keuntungan bisnis secara keseluruhan.

Penyebab Umum Turnaround Time yang Lambat

Turnaround Time yang memakan waktu lama sering kali tidak disebabkan oleh satu faktor saja, melainkan akumulasi dari berbagai rintangan kecil yang terjadi di lapangan. Mulai dari dokumentasi manual hingga kurangnya koordinasi yang baik antar tim, semua rintangan ini dapat berpengaruh signifikan terhadap waktu tunggu yang membengkak. Berikut adalah beberapa penyebab umum Turnaround Time yang lambat:

  • Dokumentasi manual: Proses verifikasi surat jalan (berbentuk kertas) yang secara manual dilakukan dapat memakan banyak waktu di pos satpam
  • Ketidakpastian jadwal (ETA): Gudang tidak siap melakukan proses bongkar-muat karena tidak tahu pasti kapan truk akan datang
  • Kemacetan area gudang (Yard Congestion): Penumpukan truk yang datang di area gudang karena tidak ada pengaturan slot waktu kedatangan yang baik
  • Komunikasi yang buruk: Supir-sopir truk harus turun dari kendaraan untuk mencari petugas gudang yang bertanggungjawab (manual check-in)

Bagaimana Fleet Management System Mempercepat Turnaround Time?

Dalam dunia operasional logistik, pemanfaatan dan penerapan strategi serta solusi yang tepat, cepat, dan efektif merupakan kunci keberhasilan yang tidak bisa diabaikan. Salah satu pendekatan yang terbukti efektif dalam menghadapi berbagai rintangan yang ada adalah dengan menerapkan teknologi Fleet Management System (FMS). Teknologi FMS ini mampu mengotomatisasi proses, memperluas visibilitas, dan mempercepat koordinasi antar pihak terkait. Berikut contoh rintangan dan solusi yang ditawarkan FMS:

Estimasi Waktu Kedatangan yang Akurat

  • Penjelasan: Fleet Management System akan memberikan data Real-Time (ETA) mengenai jadwal pasti kedatangan truk sehingga tim manajemen gudang dapat bersiap (menyiapkan dock dan tenaga kerja) sebelum truk tiba

Otomatisasi Check-in dengan Geofencing

  • Penjelasan: Dengan menggunakan fitur Geofencing, sebuah fitur yang menetapkan sebuah batas virtual di area tertentu (seperti gudang dan pelabuhan). Ketika truk melewati radius batas yang telah ditentukan, fitur ini akan mencatat secara otomatis waktu kedatangan truk (timestamp) sehingga supir tidak perlu memberikan laporan manual, hal ini berlaku juga ketika truk keluar meninggalkan area
  • Manfaat: Mempersingkat waktu yang dibutuhkan untuk proses administrasi.

Optimasi Rute (Route Optimization)

  • Penjelasan: Memastikan efisiensi rute pengiriman dengan menentukan rute terbaik yang dapat dilewati truk, rute yang bebas macet dan membutuhkan waktu tempuh paling singkat, sehingga proses bongkar-muat bisa dilakukan lebih awal.

Analisis Data Historis untuk Perencanaan

  • Penjelasan: Fleet Management System merekam data berapa lama rata-rata truk menghabiskan waktu di setiap titik (dwelling time) dan kemudian data ini digunakan untuk evaluasi kinerja vendor ataupun tim manajemen gudang.

Studi Kasus: Dampak Efisiensi Turnaround Time

MetrikProses Manual (Tanpa FMS)Dengan Fleet Management System
Pencatatan WaktuManual (Rawan Human Error)Otomatis (Geofence Timestamp)
Waktu Tunggu Tinggi (gudang tidak siap(Rendah (gudang bersiap via notifikasi ETA)
KomunikasiTelepon / WA berulangNotifikasi sistem otomatis 
Utilisasi Armada1-2 Rit per hariBisa ditingkatkan menjadi 3 Rit per hari

Kesimpulan

Mempersingkat turnaround time merupakan strategi efisien yang wajib dilakukan tiap bisnis untuk meningkatkan profitabilitas dalam operasional logistik tanpa harus menambah jumlah armada. Dengan turnaround time yang lebih pendek, armada dapat beroperasi lebih banyak dalam satu hari, serta meningkatkan ritase dan pemanfaatan aset secara optimal. Selain itu, efisiensi waktu juga akan berdampak langsung dan signifikan terhadap kepuasan pelanggan karena pengiriman menjadi lebih cepat dan tepat waktu.

Tingkatkan produktivitas armada Anda dengan memangkas waktu tunggu yang tidak perlu. Coba demo gratis fitur Geofencing dan Route Optimization dari TransTRACK sekarang, dan rasakan langsung bagaimana teknologi bisa menyederhanakan proses logistik Anda.

Fleet Management System

FAQ

Apa perbedaan Turnaround Time dan Lead Time?  

Lead time adalah total waktu dari pemesanan hingga barang diterima pelanggan, sedangkan Turnaround Time fokus pada waktu proses siklus operasional armada (misal: waktu truk di dalam area pelabuhan/gudang).

Bagaimana cara menghitung Turnaround Time truk?  

TAT = Waktu Keluar (Gate Out) – Waktu Masuk (Gate In). FMS menghitung ini secara otomatis menggunakan Geofencing.

Kenapa Turnaround Time penting dalam logistik?  

Turnaround Time yang singkat memungkinkan armada menyelesaikan lebih banyak pengiriman dalam waktu yang sama, sehingga meningkatkan efisiensi dan profitabilitas.

Apa saja faktor yang dapat memperlambat Turnaround Time?  

Faktor seperti dokumentasi manual, ketidakpastian jadwal, kemacetan di area gudang, dan komunikasi yang buruk dapat menyebabkan Turnaround Time menjadi lebih lama.

Bagaimana Fleet Management System membantu mempercepat Turnaround Time?  

FMS membantu dengan fitur seperti geofencing untuk pelacakan otomatis, optimasi rute, serta integrasi sistem digital untuk mempercepat check-in dan proses verifikasi.

Topik :

manajemen armada

Rekomendasi Artikel