7 Cara Efektif Menghemat Bahan Bakar Bus dan Mencegah Terjadinya Kebocoran Solar
Diposting pada Desember 29, 2025 oleh Nur Wachda Mihmidati
Biaya bahan bakar seperti solar atau dex merupakan salah satu komponen pengeluaran terbesar dalam konteks operasional (OPEX) bus. Pemborosan dalam konsumsi bahan bakar sedikit apapun dapat menyebabkan kerugian besar dalam jangka waktu satu tahun. Oleh karena itu, penekanan penggunaan bahan bakar harus dilakukan dari dua sisi utama, yaitu sisi teknis (mesin dan kendaraan) serta sisi manajerial (pengemudi dan sistem), di mana cara penyelesaian digital seperti Fleet Management System menjadi kunci penting untuk memonitor dan menegakkan kebijakan efisiensi bahan bakar secara berkelanjutan. Simak artikel lengkapnya bersama TransTRACK!
Strategi Teknis: Optimasi Kendaraan Untuk Efisiensi Bahan Bakar Bus
Optimasi kendaraan untuk efisiensi bahan bakar bus tidak bisa dipisahkan dari kondisi fisik bus itu sendiri. Komponen-komponen seperti mesin, sistem injeksi, tekanan ban, dan aerodinamika akan berpengaruh langsung terhadap penggunaan bahan bakar. Oleh karena itu, untuk memastikan setiap bagian kendaraan bekerja secara optimal, perlu dilakukan pemeriksaan secara berkala dan menyeluruh terhadap setiap komponen. Berikut adalah beberapa strategi teknis yang dapat diterapkan:
Perawatan Mesin Berkala & Preventif
- Perawatan mesin secara berkala seperti mengganti oli, filter udara, dan filter bahan bakar tepat waktu demi menjaga efisiensi pembakaran.
- Mesin yang dirawat dengan baik akan bekerja secara optimal dan menggunakan bahan bakar secara efisien.
- Sebaliknya, mesin yang bermasalah atau “sakit” cenderung boros karena proses pembakaran yang tidak sempurna.
Tekanan dan Kondisi Ban
- Menjaga tekanan ban sesuai standar pabrik demi efisiensi konsumsi bahan bakar.
- Ban yang tekanannya kurang akan meningkatkan rolling resistance atau gesekan dengan permukaan jalan, sehingga memaksa mesin bekerja lebih keras dan membakar lebih banyak bahan bakar.
- Tekanan ban yang hanya kurang 10% dari standar bahkan bisa menyebabkan konsumsi bahan bakar meningkat hingga 5%.
Aerodinamika dan Muatan
- Meminimalkan hambatan angin:
- Hindari pemasangan aksesoris atap yang tidak perlu
- Gunakan desain bodi atau penutup atap yang aerodinamis dan fungsional
- Hindari muatan berlebih (overload):
- Sesuaikan jumlah penumpang dan berat muatan sesuai kapasitas standar
- Beban berlebih dapat meningkatkan konsumsi bahan bakar secara signifikan
Strategi Manajerial: Mengendalikan Faktor Manusia dan Operasional
Efisiensi bahan bakar bus dapat ditentukan oleh banyak aspek, tidak hanya oleh kondisi kendaraan, tetapi juga sangat ditentukan oleh perilaku pengemudi dan pemilihan rute. Pengemudi yang tidak disiplin dalam aspek kecepatan, pengereman, atau durasi idle bisa menyebabkan pemborosan bahan bakar bus yang drastis. Karena itu, strategi manajerial yang berfokus pada monitoring pengemudi dan optimalisasi rute dapat menjadi langkah penting untuk mengendalikan variabel manusia dan operasional secara lebih efektif. Berikut beberapa strategi manajerial yang dapat diterapkan:
Mengurangi Idling (Mesin Menyala Tanpa Bergerak)
- Menetapkan kebijakan ketat mengenai idling time
- Setiap mesin harus dimatikan apabila berhenti lebih dari 5 menit
- Idling membuang solar tanpa menghasilkan jarak tempuh
- Melakukan pelatihan untuk pengemudi dengan hasil idling time tertinggi
Menerapkan Teknik Mengemudi Efisien (Eco-Driving)
- Menghindari perilaku mengemudi yang agresif dan tidak terkendali (hard braking, overspeeding, dan harsh acceleration)
- Mendorong pengemudi untuk mempertahankan kecepatan stabil
- Menggunakan teknologi Fleet Management System sebagai perangkat monitoring melalui fitur Driver Behavior Scoring.
Optimasi Rute (Route Optimization)
- Menggunakan rute terpendek atau tercepat yang didukung data real time (menghindari penggunaan jalan yang macet dan rusak)
Solusi Teknologi: Menghentikan Kebocoran Bahan Bakar Bus dengan Fleet Management System
Kebocoran bahan bakar, baik yang disengaja maupun tidak, menjadi hambatan serius dalam operasional bus yang dapat menyebabkan kerugian perusahaan. Di era digitalisasi ini, Fleet Management System dari TransTRACK hadir sebagai solusi modern yang mampu memantau konsumsi bahan bakar secara real-time dan akurat, serta dapat mendeteksi anomali (keadaan yang tidak seharusnya). Dengan fitur-fitur canggih seperti sensor bahan bakar, GPS, dan dashboard analitik, TransTRACK membantu perusahaan menghentikan pemborosan dan memastikan efisiensi berjalan optimal.
Sensor Bahan Bakar Presisi (Fuel Monitoring System)
- Peran: Sensor yang dipasang langsung di tangki bus untuk mengukur volume bahan bakar secara akurat
- Manfaat: Mendeteksi penurunan volume bahan bakar yang tidak wajar (indikasi pencurian atau kencing solar) dan memberikan laporan pengisian dan pemakaian (berdasarkan data real-time dan tidak bias)
Monitoring Perilaku Pengemudi Real-Time
- Peran: Menggunakan data fleet management system untuk memberikan evaluasi, penilaian, dan skor terhadap perilaku pengemudi.
- Manfaat: Memberikan data akurat mengenai perilaku mengemudi setiap pengemudi untuk menentukan pelatihan yang tepat bagi setiap individu.
Laporan Konsumsi BBM Otomatis
- Peran: Fleet Management System menyediakan laporan penggunaan bahan bakar per kilometer untuk setiap bus
- Membandingkan kinerja antar unit
- Mengidentifikasi bus yang perlu diperiksa mesinnya
Solusi Teknologi: Menghentikan Kebocoran Bahan Bakar Bus dengan Fleet Management System
Kebocoran bahan bakar bus, baik yang disengaja maupun tidak, menjadi ancaman serius dalam operasional bus yang memiliki dampak langsung terhadap kerugian perusahaan. Dalam era digital sekarang ini, Fleet Management System dari TransTRACK hadir sebagai solusi terintegrasi yang mampu membantu proses monitoring konsumsi BBM secara real-time dan mendeteksi kejanggalan. Berikut beberapa keunggulan dari pemanfaatan Fleet Management System dalam operasional bus:
Sensor Bahan Bakar Presisi (Fuel Monitoring System)
- Peran: Sebuah sensor yang dipasang langsung di tangki bus untuk mengukur volume bahan bakar secara akurat dan menyajikan datanya secara real-time
- Manfaat: Mendeteksi penurunan bahan bakar yang tidak normal (indikasi pencurian / kencing solar) dan memberikan laporan pengisian vs pemakaian yang tidak bias
Monitoring Perilaku Pengemudi Real-Time
- Peran: Menggunakan data FMS untuk memberikan skor perilaku pengemudi
- Manfaat: Memberikan bukti data yang akurat per pengemudi (siapa yang paling banyak menghabiskan BBM dan melakukan pemborosan karena speeding) untuk evaluasi dan menentukan pelatihan yang tepat.
Laporan Konsumsi BBM Otomatis
- Peran: FMS menyediakan laporan liter per kilometer (L/KM) per bus untuk membandingkan kinerja antar unit dan mengidentifikasi bus mana yang sekiranya memerlukan pemeriksaan teknis
Kesimpulan
Upaya penghematan bahan bakar bus tidak cukup dengan hanya mengandalkan satu aspek saja, melainkan membutuhkan perpaduan antara kedisiplinan operasional dan dukungan teknologi yang tepat. Upaya ini mencakup perawatan kendaraan yang rutin, perilaku mengemudi yang efisien, serta monitoring real-time untuk mencegah kebocoran atau pemborosan bahan bakar. Dengan pendekatan holistik ini, perusahaan dapat menjaga efisiensi, mengurangi biaya, dan meningkatkan profitabilitas armada secara berkelanjutan.
Jangan biarkan biaya solar terus membengkak tanpa kendali. Ambil langkah proaktif untuk mengamankan bahan bakar dan profit Anda. Hubungi TransTRACK untuk demo Fleet Management System kami sekarang.

FAQ
Berapa rata-rata konsumsi bahan bakar bus?
Sangat bervariasi, namun umumnya berkisar antara 1:2 hingga 1:3 (Liter per Kilometer) tergantung pada kondisi mesin, bobot, dan medan jalan.
Bagaimana FMS mendeteksi “kencing solar”?
FMS akan mengeluarkan notifikasi dini ketika volume BBM turun drastis di luar pola konsumsi normal atau saat bus sedang berhenti di lokasi yang tidak terotorisasi.
Apakah perilaku pengemudi berpengaruh terhadap konsumsi bahan bakar bus?
Ya, perilaku pengemudi dapat sangat berpengaruh. Akselerasi dan pengereman yang kasar, serta membiarkan mesin idle terlalu lama, dapat meningkatkan konsumsi solar. Pelatihan Eco-Driving terbukti mampu menurunkan konsumsi bahan bakar secara signifikan.
Seberapa besar pengaruh perawatan mesin terhadap efisiensi bahan bakar bus?
Perawatan mesin rutin seperti pengecekan filter udara, sistem injeksi, dan tekanan ban dapat menjaga efisiensi pembakaran dan mengurangi konsumsi solar. Mesin yang terawat dan dalam keadaan baik cenderung lebih hemat bahan bakar.
Apa peran teknologi monitoring dalam penghematan bahan bakar bus?
Teknologi seperti Fuel Monitoring System (FMS) membantu memantau pola konsumsi BBM secara real-time, mendeteksi kebocoran atau pencurian, serta memberikan data akurat untuk pengambilan keputusan operasional yang efisien.
Postingan Terbaru
Topik :
English

