TransTRACK Hadir di Dialog Profesional Sawit Indonesia (DIPSI) Bahas “Administrasi Berbasis IT dan Penggunaan GPS pada Industri Perkebunan Kelapa Sawit”
Diposting pada Agustus 29, 2025 oleh Nur Wachda Mihmidati

Jakarta, 29 Agustus 2025 – Dialog Profesional Sawit Indonesia (DIPSI) kembali menghadirkan sesi edukatif dan strategis yang membahas inovasi teknologi di sektor perkebunan kelapa sawit. Salah satu sesi terbaru, “Administrasi Berbasis IT dan Penggunaan GPS pada Industri Perkebunan Kelapa Sawit”, menghadirkan pembahasan mendalam mengenai digitalisasi operasional perkebunan dan penerapan teknologi modern untuk meningkatkan efisiensi, akurasi data, dan keberlanjutan.
TransTRACK hadir melalui Ndaru Ruseno, VP of Business Development TransTRACK, yang memaparkan bagaimana teknologi digital terintegrasi dapat mentransformasi pengelolaan perkebunan kelapa sawit. Ndaru menjelaskan bahwa penggunaan GPS tracking memungkinkan pemantauan armada kendaraan dan alat berat secara real-time, sehingga posisi, rute, dan status operasional dapat selalu terpantau. Hal ini membantu pengelola perkebunan dalam mengoptimalkan penggunaan armada, mengurangi biaya operasional, dan meminimalkan risiko downtime. Lebih dari itu, integrasi data analytics dan AI memungkinkan prediksi hasil panen, analisis produktivitas, dan optimasi rute distribusi, sehingga pengambilan keputusan bisa lebih cepat, tepat, dan berbasis fakta.
Selain itu, pemanfaatan IoT sensor di lahan perkebunan memberikan kemampuan untuk memantau kondisi tanaman, kelembaban tanah, suhu, dan faktor lingkungan lainnya secara real-time. Data ini menjadi dasar bagi manajemen dalam menentukan jadwal pemupukan, irigasi, dan perawatan tanaman secara tepat, sehingga meningkatkan efisiensi dan kualitas hasil panen. TransTRACK juga dilengkapi Route Optimization, di mana rute kendaraan dan armada distribusi direncanakan secara cerdas berdasarkan data real-time, kondisi jalan, dan jadwal pengiriman, sehingga biaya logistik dapat ditekan dan produktivitas armada meningkat.
Semua data dari lapangan, armada, dan hasil panen kemudian dikonsolidasikan dalam sistem administrasi digital terpadu TransTRACK, yang meningkatkan transparansi, mempermudah audit, dan meminimalkan kesalahan manual. Dengan platform ini, laporan real-time dapat diakses oleh seluruh divisi yang membutuhkan, mempercepat koordinasi dan kolaborasi di seluruh rantai operasional perkebunan.
Sesi ini menekankan bahwa penggabungan berbagai teknologi – mulai dari GPS, AI, IoT, GIS, hingga drone – bukan sekadar inovasi, tetapi fondasi penting untuk manajemen perkebunan kelapa sawit yang lebih efisien, hemat biaya, dan berkelanjutan. Dengan pemanfaatan teknologi ini, industri perkebunan dapat meningkatkan produktivitas, transparansi, dan kualitas data, sambil mendukung praktik pertanian yang lebih bertanggung jawab dan ramah lingkungan.Melalui sesi “Administrasi Berbasis IT dan Penggunaan GPS pada Industri Perkebunan Kelapa Sawit”, DIPSI kembali menegaskan perannya sebagai platform strategis untuk pertukaran ilmu, praktik terbaik, dan adopsi teknologi terkini. Partisipasi TransTRACK dalam sesi ini diharapkan dapat menjadi dorongan bagi seluruh pemangku kepentingan untuk mengintegrasikan solusi digital, sehingga pengelolaan perkebunan kelapa sawit dapat berjalan lebih optimal, modern, dan berkelanjutan.
Topik :