Cari Tahu Klasifikasi dan Regulasi dari Dangerous Goods!

Posted on

Dangerous Goods

Barang berbahaya atau dangerous goods merujuk pada barang atau bahan yang memiliki potensi bahaya atau risiko terhadap keselamatan, kesehatan manusia, lingkungan, atau properti. Istilah ini digunakan untuk menggambarkan barang-barang yang memiliki sifat-sifat yang dapat menyebabkan kecelakaan atau bahaya jika tidak ditangani dengan benar.

Contoh-contoh barang berbahaya meliputi bahan kimia beracun, bahan mudah terbakar, gas bertekanan tinggi, bahan korosif, bahan radioaktif, bahan infeksius, bahan yang dapat meledak, dan lain sebagainya. Misalnya, bahan kimia beracun seperti pestisida atau bahan kimia industri yang berbahaya jika terpapar langsung oleh manusia atau lingkungan. Gas bertekanan tinggi seperti tabung gas yang dapat meledak jika tidak ditangani dengan hati-hati. Bahan radioaktif yang dapat merusak sel-sel tubuh manusia atau lingkungan jika terpapar radiasi.

Pengangkutan atau penanganan barang berbahaya harus dilakukan dengan hati-hati dan sesuai dengan peraturan dan prosedur yang berlaku. Organisasi seperti International Air Transport Association (IATA) dan International Maritime Organization (IMO) telah menetapkan peraturan dan panduan yang ketat untuk mengatur pengangkutan barang berbahaya secara internasional.

Penting untuk memahami karakteristik dan risiko yang terkait dengan barang berbahaya serta mengikuti langkah-langkah keamanan yang tepat untuk mengurangi potensi bahaya dan melindungi kehidupan dan lingkungan. Pelajari selengkapnya melalui artikel TransTRACK berikut ini!

Klasifikasi barang-barang dangerous goods

Berikut ini adalah klasifikasi barang-barang dangerous goods berdasarkan karakteristiknya:

Bahan Peledak (Explosive)

  • Bahan peledak yang memiliki potensi meledak atau menyebabkan ledakan jika terpapar panas, gesekan, atau tekanan.
  • Contoh: bahan peledak, amunisi, petasan, bahan peledak improvisasi.

Bahan Gas (Gas Material)

Bahan Gas (Gas Material) merupakan kategori dalam klasifikasi barang berbahaya yang mengacu pada gas-gas yang memiliki potensi bahaya atau risiko terhadap keselamatan dan kesehatan manusia, lingkungan, atau properti. Kategori ini dapat dibagi menjadi beberapa sub-kategori berdasarkan sifat dan karakteristik gas tersebut. Beberapa sub-kategori yang umum dalam bahan gas adalah sebagai berikut:

Gas Mudah Terbakar (Flammable Gas)

  • Gas yang dapat terbakar atau meledak ketika terpapar api atau sumber panas.
  • Contoh: propana, butana, hidrogen, metana.

Gas Tidak Mudah Terbakar (Non-Flammable Gas)

  • Gas yang tidak mudah terbakar, tetapi masih dapat menimbulkan bahaya lain seperti efek kesehatan atau tercekik jika terhirup.
  • Contoh: nitrogen, helium, argon.

Gas Beracun (Toxic Gas)

  • Gas yang dapat menyebabkan keracunan jika terhirup dalam konsentrasi yang tinggi.
  • Contoh: gas klorin, gas amonia, gas sianida.

Penting untuk memahami bahwa klasifikasi barang berbahaya dapat lebih rinci dan memiliki lebih banyak sub-kategori sesuai dengan karakteristik dan risikonya. Setiap kategori memiliki aturan dan persyaratan yang berbeda untuk pengangkutan, penanganan, dan penyimpanan yang aman.

Flammable Liquid (Cairan Mudah Terbakar)

Berikut ini adalah klasifikasi tambahan untuk barang-barang dangerous goods:

Cairan Mudah Terbakar (Flammable Liquid)

  • Cairan dengan titik nyala rendah yang dapat terbakar dengan mudah ketika terpapar api atau sumber panas.
  • Contoh: bensin, minyak pelarut, pelumas, alkohol.

Benda Padat Mudah Terbakar (Flammable Solid)

  • Benda padat yang dapat terbakar dengan mudah ketika terpapar api atau sumber panas.
  • Contoh: korek api, fosfor, zat pengoksidasi.

Benda Padat Mudah Terbakar (Combustible Solid)

  • Benda padat yang dapat terbakar jika terpapar panas atau api, tetapi memiliki titik lebur atau titik nyala yang lebih tinggi daripada benda padat mudah terbakar.
  • Contoh: kayu kering, kertas, plastik.

Benda Padat Mudah Meledak (Explosive Solid)

  • Benda padat yang memiliki potensi untuk meledak jika terpapar panas, gesekan, atau tekanan.
  • Contoh: bahan peledak padat, detonator.

Benda Padat Menjadi Gas dan Mudah Terbakar Jika Terkena Air (Self-Reactive Substances and Solid Desensitized Explosives)

  • Benda padat yang dapat bereaksi dengan air atau kelembaban, menghasilkan gas yang mudah terbakar.
  • Contoh: natrium, kalium, asam pikrat.

Klasifikasi barang-barang dangerous goods ini penting untuk pengangkutan, penanganan, dan penyimpanan yang aman. Setiap kategori memiliki persyaratan yang berbeda dalam hal kemasan, labeling, dan perlindungan yang diperlukan untuk mengurangi risiko kecelakaan atau bahaya yang mungkin timbul.

Oxidation (Benda Mudah Teroksidasi)

Berikut ini adalah klasifikasi tambahan untuk barang-barang dangerous goods:

Benda Mudah Teroksidasi (Oxidizing Substances)

  • Bahan kimia yang dapat menyebabkan oksidasi atau pembakaran dari bahan lain, meskipun tidak mudah terbakar sendiri.
  • Contoh: hydrogen peroksida, klorat, natrium nitrat.

Zat Oksidasi (Oxidizing Agents)

  • Bahan kimia yang memiliki kemampuan untuk mendukung pembakaran dan meningkatkan kecepatan reaksi oksidasi.
  • Contoh: klor, asam nitrat, asam klorida.

Organik yang Beroksidasi (Organic Peroxides)

  • Senyawa organik yang mengandung gugus peroksida, yang dapat mengalami dekomposisi yang eksotermik atau meledak secara spontan.
  • Contoh: hidrogen peroksida, dibenzoyl peroksida, metil etil keton peroksida.

Barang-barang dangerous goods dalam kategori oxidizing substances, oxidizing agents, dan organic peroxides memiliki sifat-sifat yang dapat memperbesar risiko kebakaran dan memicu reaksi berbahaya jika tidak ditangani dengan benar. Oleh karena itu, tindakan pencegahan dan prosedur keamanan yang ketat harus diikuti saat mengangkut, menyimpan, dan menggunakan bahan-bahan dalam kategori ini.

Bahan Beracun dan Menular

Berikut ini adalah klasifikasi tambahan untuk barang-barang dangerous goods:

Zat Beracun (Toxic)

  • Bahan kimia atau zat yang memiliki potensi untuk menyebabkan keracunan atau efek berbahaya pada manusia atau makhluk hidup lainnya jika terpapar.
  • Contoh: merkuri, arsenik, sianida, insektisida.

Zat Mudah Menular (Infectious Substances)

  • Bahan yang berisi patogen (mikroorganisme penyebab penyakit) dan dapat menyebabkan infeksi atau penyakit pada manusia atau hewan jika terpapar.
  • Contoh: virus, bakteri, spora bakteri, kultur mikroorganisme patogen.

Barang-barang dangerous goods dalam kategori zat beracun dan zat mudah menular membutuhkan perlindungan dan penanganan yang sangat hati-hati. Pengangkutan, pengepakan, dan disposisi limbah yang tepat harus diikuti untuk meminimalkan risiko paparan terhadap manusia dan lingkungan. Terdapat regulasi yang ketat yang mengatur pengangkutan dan penanganan barang-barang beracun dan mudah menular untuk menjaga keamanan dan kesehatan masyarakat.

Berikut ini adalah klasifikasi tambahan untuk barang-barang dangerous goods:

Bahan Radioaktif (Radioactive Material)

  • Bahan yang mengandung zat radioaktif yang memancarkan radiasi ionisasi dan memiliki potensi bahaya radiasi terhadap manusia dan lingkungan.
  • Contoh: uranium, plutonium, radioisotop medis.

Zat Mudah Karat (Corrosive Substances)

  • Bahan kimia yang memiliki sifat korosif dan dapat merusak bahan-bahan seperti logam, kulit, dan jaringan hidup.
  • Contoh: asam sulfurat, natrium hidroksida, asam nitrat.

Zat dan Benda Berbahaya Lainnya (Miscellaneous Dangerous Goods)

  • Kategori ini mencakup berbagai barang berbahaya yang tidak termasuk dalam kategori-kategori sebelumnya.
  • Contoh: baterai asam timbal, bahan magnetik, limbah berbahaya.

Barang-barang dangerous goods dalam kategori bahan radioaktif, zat mudah karat, dan zat dan benda berbahaya lainnya memiliki karakteristik dan risiko unik yang harus ditangani dengan hati-hati sesuai dengan peraturan dan prosedur yang berlaku. Pengangkutan, pengepakan, dan penanganan yang aman diperlukan untuk melindungi kesehatan manusia, mencegah kerusakan lingkungan, dan memastikan keselamatan umum.

Regulasi Barang Dangerous Goods

Regulasi untuk barang-barang dangerous goods dapat bervariasi di setiap negara dan diatur oleh berbagai lembaga dan organisasi internasional. Berikut ini adalah beberapa regulasi yang umumnya diterapkan:

International Air Transport Association (IATA) Dangerous Goods Regulations

  • Regulasi yang berlaku untuk pengangkutan barang berbahaya melalui udara.
  • Mengatur persyaratan kemasan, labeling, dokumentasi, dan penanganan yang aman.

International Maritime Organization (IMO) International Maritime Dangerous Goods (IMDG) Code

  • Regulasi yang berlaku untuk pengangkutan barang berbahaya melalui laut.
  • Menetapkan persyaratan kemasan, labeling, dokumentasi, dan penanganan yang aman di kapal dan pelabuhan.

United Nations (UN) Recommendations on the Transport of Dangerous Goods

  • Pedoman yang dikembangkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk pengangkutan barang berbahaya secara umum.
  • Termasuk definisi, klasifikasi, metode pengujian, dan persyaratan umum untuk pengangkutan dan penanganan barang berbahaya.

National and Regional Regulations

  • Setiap negara memiliki peraturan nasionalnya sendiri untuk pengangkutan, penanganan, dan penyimpanan barang berbahaya.
  • Contohnya adalah Code of Federal Regulations (CFR) di Amerika Serikat, Dangerous Goods Safety Act di Australia, dan Dangerous Substances and Explosive Atmospheres Regulations di Uni Eropa.

Penting bagi pihak yang terlibat dalam pengangkutan dan penanganan barang berbahaya untuk memahami dan mematuhi regulasi yang berlaku. Hal ini melibatkan pelatihan khusus, penggunaan kemasan yang sesuai, labeling yang tepat, dan pemahaman tentang prosedur keamanan yang relevan untuk mencegah kecelakaan atau bahaya bagi manusia dan lingkungan.

Dalam menghadapi tantangan pengangkutan dan penanganan barang-barang dangerous goods, sebuah solusi yang dapat membantu meningkatkan keamanan, kepatuhan, dan efisiensi adalah menggunakan Fleet Management System dari TransTRACK.

Fleet Management System TransTRACK adalah platform terintegrasi yang dirancang khusus untuk industri pengangkutan barang berbahaya. Dengan menggunakan sistem ini, perusahaan dapat memantau dan mengelola seluruh armada kendaraan yang digunakan dalam pengangkutan barang berbahaya secara efektif.

Dengan Fleet Management System TransTRACK, perusahaan dapat melakukan pelacakan real-time terhadap kendaraan dan kargo berbahaya yang sedang dalam perjalanan. Informasi mengenai lokasi, status, dan kondisi kendaraan dapat diakses dengan mudah, sehingga memungkinkan manajemen untuk mengambil tindakan yang diperlukan jika terjadi kejadian darurat atau kecelakaan.

Jadikan Fleet Management System TransTRACK sebagai solusi terpercaya untuk mengoptimalkan pengangkutan dan penanganan barang berbahaya di perusahaan Anda. Dapatkan keamanan, kepatuhan, dan efisiensi yang lebih baik dengan TransTRACK. Hubungi kami sekarang untuk informasi lebih lanjut.

Topic

logistik rantai pasok