Daftar Wajib Alat-alat Keselamatan di Atas Kapal (Sesuai SOLAS)
Diposting pada Desember 11, 2025 oleh Nur Wachda Mihmidati
Dunia pelayaran tidak dapat terlepas dari risiko tinggi yang menuntut kesiapan peralatan keselamatan lebih dari sekadar kemampuan kru. Semua alat-alat keselamatan di atas kapal wajib mematuhi Konvensi Internasional SOLAS (Safety of Life at Sea) untuk menjamin perlindungan yang maksimal dan optimal. Artikel TransTRACK ini akan mengkategorikan dan menjelaskan fungsi dari setiap peralatan keselamatan vital di kapal agar pemahaman akan pentingnya alat tersebut dapat lebih mendalam.
Kategori 1: Life Saving Appliances (Alat Penyelamat Jiwa)
Perlengkapan penyelamat jiwa tidak hanya meliputi alat untuk penyelamatan individu, tetapi juga mencakup perlengkapan keselamatan yang dirancang untuk kelompok. Setiap alat memiliki fungsi penting dalam memastikan keselamatan setiap jiwa baik secara individu ataupun kelompok yang wajib dipahami dengan baik agar dapat beroperasi secara optimal. Berikut beberapa contoh alat keselamatan jiwa beserta fungsinya:
Perlengkapan Penyelamatan Kelompok:
- Sekoci Penyelamat (Lifeboat):
- Fungsi: Mengangkut penumpang saat terjadi ancaman dan diberlakukannya proses evakuasi darurat dari kapal utama, hingga bantuan tiba.
- Jenis (bentuk) sekoci penyelamat:
- Tertutup (memiliki atap pelindung untuk melindungi penumpang dari kondisi cuaca yang ekstrem)
- Terbuka (tidak memiliki atap, lebih sederhana, biasa digunakan untuk pelatihan atau kondisi darurat sederhana)
- Catatan: Pentingnya latihan peluncuran secara rutin untuk menjamin ketangkasan dan kesiagaan kru ketika terjadi insiden serta meminimalisir terjadinya kesalahan dalam proses evakuasi.
- Rakit Penolong (Life Raft):
- Jenis peluncuran:
- Manual (diluncurkan secara langsung oleh kru dengan tangan)
- Hidrostatis (meluncur otomatis saat terendam air)
- Dilengkapi dengan Emergency Pack yang berisi perlengkapan darurat.
- Alat Pelempar Tali (Line Throwing Appliance):
- Fungsi: Mengirimkan tali ke kapal lain, pelampung, atau lokasi penyelamatan yang jauh saat evakuasi atau penyelamatan darurat.
- Alat ini berguna dalam situasi di mana jarak tidak bisa dijangkau secara langsung oleh kru (jarak jauh)
Perlengkapan Penyelamatan Personal
- Baju Pelampung (Life Jacket)
- Mematuhi standar dan syarat wajib:
- Daya apung minimum 100 Newton untuk perairan tenang, dan 150 Newton untuk perairan terbuka.
- Dapat membalikkan tubuh secara otomatis agar wajah tetap menghadap ke atas (terapung dengan kepala di atas air).
- Terbuat dari material yang tahan air dan api, serta mudah terlihat (warna oranye cerah atau kuning).
- Dilengkapi peluit dan lampu auto agar mudah ditemukan saat gelap
- Mudah dipakai tanpa bantuan, bahkan oleh anak-anak atau orang yang tidak terlatih.
- Baju Bertahan (Immersion Suit)
- Penting untuk perlindungan dari hipotermia di perairan dingin
- Pelampung Penolong (Lifebuoy / Ring Buoy)
- Penempatan pelampung:
- Dek utama dan sisi kapal, dekat rel atau pagar.
- Dek anjungan dan area kerja terbuka yang rawan jatuh ke laut.
- Dek buritan dan haluan, untuk mengantisipasi insiden di ujung kapal.
- Harus tersedia dalam jumlah cukup dan memiliki penandaan yang jelas, sesuai dengan ukuran kapal dan peraturan SOLAS.
- Memiliki perlengkapan tambahan (lampu dan tali apung)
Kategori 2: Fire Fighting Appliances (FFA) — Alat Pemadam Kebakaran
Dalam dunia pelayaran, risiko kebakaran menjadi salah satu ancaman paling serius yang dapat membahayakan keselamatan kapal dan seluruh awak. Oleh karena itu, penting bagi setiap kapal untuk dilengkapi dengan fire fighting appliances yang berfungsi untuk mendeteksi, mencegah, dan menanggulangi api sejak dini. Dengan pemanfaatan sistem pemadam kebakaran yang memadai, respons terhadap acaman dapat dilakukan secara cepat dan efektif sebelum situasi menjadi tidak terkendali. Berikut beberapa contoh FFA:
Sistem Deteksi dan Alarm
- Detektor Asap dan Panas
- Penempatan di atas kapal:
- Ruang akomodasi seperti kabin kru, lorong, dan ruang istirahat.
- Ruang mesin dan ruang kontrol, karena potensi kebakaran tinggi.
- Ruang penyimpanan bahan mudah terbakar dan dapur (galley).
- Di langit-langit dengan jarak tertentu antar unit, serta diuji secara berkala untuk memastikan fungsinya.
- Sistem Alarm Kebakaran
- Cara mengaktifkan:
- Secara otomatis: Melalui detektor asap atau panas yang mendeteksi tanda kebakaran.
- Secara manual: Menekan tombol manual call point (MCP) yang biasanya berwarna merah dan terpasang di dinding koridor atau area strategis.
- Setelah diaktifkan, sistem akan memicu alarm suara dan visual, yang memberi peringatan kepada seluruh kru untuk segera melakukan prosedur evakuasi atau pemadaman.
Alat Pemadam Portabel
- Alat Pemadam Api Ringan (APAR / Portable Fire Extinguisher)
Jenis-jenis APAR & klasifikasinya:
APAR Air (Water)
- Klasifikasi: Kelas A (Untuk kebakaran bahan padat)
- Tidak cocok untuk listrik atau cairan yang mudah terbakar.
APAR Busa (Foam)
- Klasifikasi: Kelas A & B (Untuk bahan padat dan cairan mudah terbakar seperti minyak dan bensin).
- Tidak disarankan untuk kebakaran listrik.
APAR Serbuk Kimia (Dry Chemical Powder)
- Klasifikasi: Kelas A, B, C (Serbaguna, cocok untuk bahan padat, cairan mudah terbakar, dan peralatan listrik)
- Efektif di berbagai situasi darurat.
APAR CO₂ (Karbon Dioksida)
- Klasifikasi: Kelas B & C (Khusus untuk kebakaran cairan dan peralatan listrik)
- Tidak meninggalkan residu, cocok untuk ruang server atau dapur.
APAR Clean Agent (Halon alternatif)
- Klasifikasi: Kelas A, B, C (Efektif dan aman untuk perlengkapan elektronik)
- Ramah lingkungan, tidak merusak perangkat.
- Selang dan Nozzle
Standar tekanan:
- Tekanan kerja (working pressure):*
- Minimum 10 bar (1 MPa)
- Harus mampu menahan tekanan uji (test pressure) hingga 15 bar atau lebih, tergantung klasifikasi kapal.
Panjang selang:
- Umumnya 15 hingga 30 meter per gulungan, disesuaikan dengan area cakupan dan kebutuhan kapal.
- Harus cukup untuk menjangkau seluruh area perlindungan dari titik hydrant terdekat.
Sistem Pemadam Tetap (Fixed System)
- Sistem CO2 Ruang Mesin
Cara kerja dan prosedur evakuasi:
- Identifikasi kebakaran: Pastikan sumber api berasal dari ruang mesin dan tidak bisa dipadamkan atau dikontrol dengan APAR biasa.
- Evakuasi kru: Segera evakuasi seluruh personel dari ruang mesin dan pastikan tidak ada orang tertinggal.
- Hal ini sangat krusial karena CO₂ dapat berpotensi mematikan bagi manusia dalam ruang tertutup.
- Tutup ruang mesin: Tutup semua pintu, ventilasi, dan damper untuk mencegah kebocoran gas CO₂ keluar ruangan.
- Aktivasi sistem CO₂: Setelah proses evakuasi dipastikan lancar, aktifkan sistem CO₂ secara manual dari panel kontrol eksternal.
- Monitoring & isolasi: Pantau tekanan udara dan pastikan area tetap tertutup. Jangan masuk kembali ke dalam sebelum ruangan dinyatakan aman dan berventilasi cukup.
- Sistem Busa (Foam System)
Digunakan untuk area kargo tertentu (contoh: kapal tanker)
- Pompa Kebakaran (Fire Pump)
Kapasitas dan Sumber Daya darurat:
- Kapasitas: Harus mampu menyalurkan dua jet air dalam waktu bersamaan melalui dua selang pemadam dengan tekanan minimal 0,3 MPa (3 bar) pada titik terjauh di kapal.
- Sumber Daya: Digunakan secara terpisah dari sistem utama.
- Umumnya dioperasikan oleh mesin diesel atau motor listrik yang berada di luar ruang mesin utama (agar tetap berfungsi jika ruang mesin terbakar).
Kategori 3: Navigasi, Komunikasi, dan Sinyal Darurat
Dalam keadaan darurat di laut, sistem komunikasi yang baik dan memadai menjadi kunci proses penyelamatan. Global Maritime Distress and Safety System (GMDSS) muncul sebagai standar internasional yang akan memastikan kapal dapat mengirim sinyal bahaya secara otomatis dan akurat. Sistem ini mencakup berbagai perangkat navigasi, komunikasi, dan sinyal darurat untuk mempercepat respons penyelamatan. Berikut beberapa contohnya:
- Emergency Position Indicating Radio Beacon (EPIRB):
- Fungsi utama: Untuk meluncurkan sinyal darurat yang berisi posisi kapal yang akurat secara otomatis ke satelit ketika terjadi keadaan darurat. Perangkat ini membantu tim penyelamat menemukan posisi kapal dengan cepat.
- Aktivasi Hidrostatik: Terjadi secara otomatis melalui sensor hidrostatis saat perangkat terendam air pada kedalaman tertentu.
- Search and Rescue Radar Transponder
- SART dibutuhkan karena perangkat ini dapat membantu kapal penyelamat atau pesawat menemukan lokasi kapal atau sekoci yang dalam keadaan darurat.
- Perangkat ini akan memantulkan sinyal radar sehingga posisi kapal atau sekoci korban bisa terdeteksi lebih cepat dan akurat.
- Kehadiran SART meningkatkan peluang evakuasi dan penyelamatan.
- Pyrotechnics atau Sinyal Suar
- Jenis suar dan masa berlakunya:
Suar Tangan (Hand Flare)
- Digunakan saat jarak dekat untuk menunjukkan posisi.
- Masa berlaku: 3 tahun dari tanggal produksi.
Suar Parasut (Parachute Rocket Flare)
- Menyala di udara dan terlihat dari jarak jauh, biasanya digunakan saat malam atau terjadinya kondisi darurat besar (mengancam nyawa)
- Masa berlaku: 3 tahun dari tanggal produksi.
Sinyal Asap (Smoke Signal)
- Menghasilkan asap oranye tebal, ideal untuk penggunaan di siang hari dan penandaan posisi di laut.
- Masa berlaku: 3 tahun dari tanggal produksi.
- Radio Dua Arah (VHF Radio)
- Fungsi utama: Menjaga berlangsungnya komunikasi antara penyintas dengan kapal penyelamat, kapal lain di sekitar, atau stasiun pantai.
- Alat ini membantu menyampaikan lokasi, keadaan korban, dan kebutuhan darurat secara langsung.
Mengapa Kesiapan Alat Keselamatan Wajib Dipertahankan?
Kesiapan alat keselamatan di kapal tidak bisa dinegosiasikan karena berhubungan langsung dengan risiko jiwa dan kewajiban hukum. Alat yang tidak dapat beroperasi ketika dibutuhkan dapat menyebabkan kecelakaan fatal dan risiko nyawa yang besar, sementara kelalaian terhadap regulasi bisa berujung pada sanksi berat. Berikut beberapa alasan utama mengapa kesiapan alat keselamatan wajib dipertahankan:
- Kepatuhan Regulasi:
- Konsekuensi hukum dan denda dari pemeriksaan PSC jika peralatan keselamatan kadaluarsa atau tidak berfungsi:
- Kapal dapat dikenai isolasi atau penahanan sementara.
- Pemilik kapal dapat dikenai denda administratif, pencatatan pelaku pelanggaran serius, hingga timbulnya risiko penurunan reputasi operasional dalam kancah internasional.
- Berisiko mengganggu berjalannya kegiatan pelayaran dan berdampak drastis pada finansial perusahaan.
- Pencegahan Kecelakaan
- Alat keselamatan yang siap dioperasikan ketika dibutuhkan dan dapat dimanfaatkan secara maksimal adalah pertahanan terakhir kru.
Kesimpulan
Keselamatan kapal tidak cukup hanya mengandalkan kelengkapan alat keselamatan di atas kapal. Dibutuhkan sistem pengawasan pelabuhan yang mampu memantau pergerakan kapal secara menyeluruh, mendeteksi potensi risiko sejak dini, dan memastikan seluruh aktivitas berjalan sesuai standar keselamatan maritim.
Port Surveillance System dari TransTRACK hadir sebagai solusi terintegrasi untuk meningkatkan keselamatan operasional pelabuhan dan kapal besar, melalui pemantauan real-time, analisis pergerakan kapal, serta dukungan pengambilan keputusan berbasis data. Saatnya melengkapi alat keselamatan kapal Anda dengan sistem pengawasan pelabuhan yang modern, akurat, dan andal.
Tingkatkan standar keselamatan maritim Anda bersama Port Surveillance System TransTRACK—karena keselamatan di laut dimulai dari pengawasan yang tepat.

FAQ
Berapa lama masa berlaku life jacket di atas kapal?
Masa berlaku life jacket tidak memiliki waktu kadaluwarsa tetap, meskipun begitu, life jacket tetap harus diperiksa secara visual setiap tahun oleh pihak operator kapal dan diganti apabila busa atau materialnya sudah rusak atau rapuh.
Apa standar internasional utama untuk keselamatan kapal?
Standar internasional utama untuk keselamatan kapal adalah SOLAS (Safety Life at Sea).
Di mana saya bisa menemukan EPIRB di kapal?
EPIRB umumnya diletakkan di tempat terbuka yang mudah dijangkau di atas anjungan (bridge) atau area terbuka lain agar dapat meluncur secara otomatis ketika kapal tenggelam.
Seberapa sering alat pemadam kebakaran kapal harus diperiksa?
Alat pemadam kebakaran wajib diperiksa secara berkala setiap bulan dan harus diuji secara menyeluruh oleh teknisi bersertifikat minimal satu tahun sekali.
Apa yang harus dilakukan jika EPIRB rusak?
Apabila EPIRB rusak atau tidak berfungsi, wajib segera dilakukan penggantian EPIRB atau perbaikan oleh teknisi bersertifikat. Hal ini dilakukan karena EPIRB termasuk bagian dari peralatan keselamatan yang sangat krusial dalam keadaan darurat.
Postingan Terbaru
Topik :
English

